Cara Perhitungan Denda Adira

Kebutuhan hidup sekarang ini bukan saja kebutuhan pangan dan papan tetapi sudah ada kebutuhan sekunder yang menjadi kebutuhan primer. Kebutuhan tersebut adalah kendaraan bermotor, memang akan sulit jika bepergian itu naik kendaraan umum karena tidak sampai langsung ke lokasi tujuan.

Oleh sebab itu dibutuhkan kendaraan pribadi baik itu motor atau mobil, jika memang uang belum cukup untuk membeli maka bisa kredit di tempat pembiayaan modal. Salah satu tempat pembiayaan yang terbaik adalah Adira Finance, Adira sudah menjadi tempat pembiayaan terbaik di Indonesia karena mampu memberikan layanan memuaskan untuk konsumennya.

Jika melakukan kredit di Adira konsumen perlu mengetahui cara perhitungan denda Adira supaya paham akan jumlah denda yang harus dibayar.

Beberapa Cara Menghitung Denda Kredit Di Adira

Membeli barang secara kredit memang sudah wajar dilakukan masyarakat Indonesia sebabnya adalah pembelian secara kredit dirasa tidak berat karena hanya mengeluarkan modal kecil saja. Memang untuk angsuran per bulannya itu cukup tinggi tetapi sangat bisa terbayarkan jika memang memiliki niat. Untuk membayar angsuran ada satu kendala yang sering dialami konsumen khususnya konsumen Adira dan kendala tersebut adalah cara perhitungan denda Adira.

Denda memang akan dikenakan oleh Adira apabila konsumen itu telat dalam membayarkan kewajiban angsuran. Sebuah leasing seperti Adira juga tidak mau rugi dengan adanya keterlambatan ini maka dibuatlah kebijakan denda ini. Mungkin tidak ada rumus konkret untuk menghitung denda ini, tetapi konsumen akan paham alur perhitungan denda jika melihat contoh kasus di bawah ini.

Advertisement
  • Contoh cara perhitungan denda Adira yang pertama adalah kasus keterlambatan pembayaran dalam hitungan hari. Jika ada konsumen yang memiliki jatuh tempo pembayaran itu pada tanggal 1 dan angsuran itu dibayarkan pada tanggal 3 maka konsumen telah telat bayar selama 3 hari. Jika angsuran per bulan itu Rp. 700.000 maka dendanya adalah 0,5% dari jumlah angsuran. Contoh perhitungannya yaitu 700.000×0,5%=3.500, jadi telat selama 3 hari dendanya adalah 3.500×3=10.500. jadi denda total beserta uang angsuran konsumen adalah Rp. 710.500.
  • Cara perhitungan yang kedua adalah cara menghitung denda terlambat hitungan bulan. Sama seperti menghitung denda harian yang membedakan adalah jumlah pengali hari dengan denda saja. Contohnya sama dengan penjelasan di atas hanya jumlah keterlambatan hari adalah 30 hari. Jadi denda sudah diketahui 3.500 dan dikalikan dengan 30 maka hasilnya adalah Rp. 105.000 dan itulah denda pembayaran satu bulan.

Memang untuk sebagian konsumen lembaga pembiayaan tidak terlalu memperhatikan denda angsuran, tetapi jika dendanya itu ternyata banyak pada saat mau membayar baru tahu jumlahnya jelas akan membuat konsumen tersebut marah. Padahal yang salah itu juga konsumen karena tidak tahu cara perhitungan denda Adira, jadi belajarlah cara menghitungnya supaya paham.